Pengamat Militer, Nurcahaya Tandang mengatakan Pusat Perdamaian dan Keamanan Indonesia merupakan langkah maju. Salah satunya adalah untuk meningkatkan skill TNI, dimana TNI pasca reformasi beberapa tahun yang lalu TNI di nomor sekiankan, baik dalam alutsista maupun skill.
Oleh karena itu, dengan adanya Pusat Perdamaian dan Keamanan Indonesia ini merupakan langkah strategis guna meningkatkan skill, profesionalisme, dedikasi dan juga kemampuan bahasa untuk mengemban misi internasional. TNI mempunyai sejarah yang panjang dalam mengemban misi perdamaian dan menyelesaikan konflik internasional.
Selain sebagai tempat untuk pelatihan misi perdamaian, penangkal terorisme, penanggulangan bencana alam, pelatihan khusus bahasa dan juga Universitas Pertahanan. Pusat Perdamaian dan Keamanan Indonesia ini merupakan langkah maju dalam meningkatkan kemampuan pertahanan dan antisipasi terorisme, serta penanganan masalah bencana alam.
Terkait misi perdamaian dunia, kemampuan bahasa Inggris memang sangat penting, terutama bagi petinggi TNI yang mengembang misi perdamaian. Harus diakui, dalam mengemban misi perdamaian itu, konflik suatu negara, bukan saja terkendala masalah bahasa, namun kemampuan membawa misi perdamaian internasional yang lebih penting.
Nah, apalagi dalam misi perdamaian dunia itu, kita percayakan kepada TNI yang memiliki kemampuan khusus dan bekal dari pelatihan. Apalagi dengan adanya Pusat Perdamaian dan Keamanan Indonesia ini yang nantinya akan berfungsi sebagai pusat pelatihan bagi TNI, baik TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Udara maupun TNI Angkatan Laut.
Misi perdamaian yang selalu diemban oleh TNI adalah misi Perdamaian PBB, dengan misi khusus dari PBB ini tentunya dari waktu ke waktu penting dilakukan pelatihan yang khusus dan peningkatan skill. Tentunya kita percaya atas nilai positif dengan dibangunnya Pusat Perdamaian dan Keamanan Indonesia ini, yang merupakan terbesar di Indonesia.
Dengan luas bangunan 261 hektar, tentunya ini merupakan kawasan yang memang dipersiapkan oleh negara untuk meningkatkan kemampuan pertahanan TNI. Pantaslah apabila dibangun suatu Pusat Perdamaian dan Keamanan Indonesia ini. Mengapa? Karena Indonesia mentargetkan pada tahun 2024 telah tercapailah kekuatan pokok minimum atau minimum essensial force.
Karena itu, apabila ditingkatkannya modernisasi alutsista, tentunya itu juga harus dibarengi dengan peningkatan skill dari personil TNI. Peningkatan itu tentunya akan berbanding lurus, dan harus mengikuti.
Karena apa, apabila alutsista itu maju dan telah terjadinya modernisasi, tentunya yang mengoperasikan adalah manusia, dan dalam hal ini adalah TNI. Oleh sebab itu, kemampuan personil yang mengoperasikan alutsista dan sistem alutsistanya itu harus pas.
Di Pusat Perdamaian dan Keamanan Indonesia ini, merupakan wadah yang paling tepat guna membangun kekuatan, skill dan juga personil TNI yang lebih maju.
Dan yang menjadi perhatian lagi adalah bahwasanya Pusat Perdamaian dan Keamanan Indonesia ini dapat dijadikan pusat pelatihan bagi tentara-tentara di Asia Tenggara maupun tentara negara-negara lain di dunia. Misalnya adalah latihan gabungan beberapa negara di kawasan ini.

