Jakarta – Tersangka kasus suap dalam pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (DGS BI) Nunun Nurbaetie memiliki ingatan terbatas dan fisik yang lemah. Meski begitu, melalui pengacaranya, Ina Rachman, Nunun memastikan diri kooperatif dalam penyidikan KPK.
“Dengan terbatasnya ingatan ibu, beliau tetap akan memberi keterangan dan Insya Allah dengan keterangannya semua masalah akan menjadi jelas,” kata Ina kepada wartawan.
Hal itu disampaikannya usai menjenguk Nunun di Ruang Perawatan Cendrawasih, RS Polri, Kramatjati, Jakarta Timur, Kamis (15/12).
Ina menjenguk kliennya tersebut sekitar 45 menit. Kepada wartawan dia menyampaikan bila kondisi mantan Wakil Kapolri Adang Daradjatun itu sudah mulai membaik.
“Tensinya turun naik, tapi sudah mulai membaik,” ujarnya.
Dia tidak dapat memastikan kapan sosok sosialita tersebut kembali siap diperiksa KPK untuk melanjutkan penyidikan kasus yang membelit Nunun.
“Bersabar aja, tapi ibu akan bekerjasama dengan KPK,” tuturnya. (JI)

