CintaNusantara.com
Hot News: >> Tri Rismaharini Muncul Dalam Bursa Calon Ketua DPC Demokrat Surabaya >> Abraham Samad ; Sebelum Maju Perang, Akan Koreksi Internal KPK >> Nasrulloh dan Warung Bumbu Maduranya di Jl. KH. Mas Mansur Surabaya >> Keduanya sudah tersangka, Si Penyuap Staf Pengadilan Pajak >> DPRD Surabaya Dukung Penutupan Dolly >> Penghargaan terhadap peneliti di Indonesia dengan negara tetangga, sangat jauh >> Srikandi Gemas Citra, Indarti >> Gubernur Jawa Timur, Berikan Penghargaan Kepada Alberth Warga Asal Papua >> Pemuda Demokrat Jawa timur Segera adakan Rekonsialiasi untuk Regenerasi >> Rapat Bersama Ketua Dewan Pembina >>
  • Home
  • Idiologi
  • Politik
  • Ekonomi
  • Sosial Budaya
  • Hukum
  • Hankam
  • Teknologi
  • Gallery
  • Kontak
← Previous Post
Next Post →

Aspek Kesamaan Sosial Budaya Perlu Diperkuat

Cinta Nusantara December 21, 2011 0
Aspek Kesamaan Sosial Budaya Perlu Diperkuat

Aspek kesamaan sosial budaya negara-negara ASEAN perlu diperkuat seiring munculnya konflik-konflik budaya di antara bangsa di Asia Tenggara. Penguatan budaya yang sejatinya memiliki kesamaan diharapkan mempercepat terwujudnya komunitas ASEAN pada 2015.

Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Kerja Sama Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (ASEAN), Kementerian Luar Negeri, Jauhari Oratmangun, Minggu (9/10), pada dialog publik terkait Pertemuan Pejabat Senior (Senior Official Committee for ASCC/SOCA) ASEAN dan ASEAN Socio-Cultural Community (ASCC) VI, 9-11 Oktober 2011, di Semarang, Jawa Tengah.

”Dipilihnya Semarang sebagai tempat pertemuan awal pra-KTT ASEAN, November 2011 di Bali, juga menunjukkan kepada delegasi negara-negara Asia Tenggara bahwa masyarakat pesisir yang sangat beragam ini mampu menerima perbedaan latar belakang budaya guna mencapai tujuan perdamaian,” ujar Jauhari Oratmangun.

Dialog publik dalam rangkaian kegiatan SOCA dan ASCC yang diikuti delegasi dari perwakilan 10 negara anggota ASEAN itu juga menghadirkan Ketua Dewan Pembina Kesenian Jawa Tengah Eko Budihardjo; Rektor Universitas Diponegoro, Semarang, Sudharto P Hadi; dan Wali Kota Semarang Soemarmo HS.

Jauhari Oratmangun mengatakan, konflik berlatar kebudayaan yang muncul di antara anggota ASEAN, seperti halnya pengakuan reog ponorogo, seni batik, dan pengakuan seni lain oleh bangsa lain, justru menjadi tantangan bagi bangsa Indonesia. Dalam konteks kebudayaan, kita tidak bisa hanya menyalahkan Malaysia semata karena hal ini justru hanya membangkitkan kebencian terhadap bangsa lain.

Harus diakui, kepedulian bangsa lain terhadap kebudayaan Indonesia justru tumbuh. Kepedulian itu bukan tanpa dasar, melainkan karena ada kesamaan budaya sebagai sesama bangsa di Asia Tenggara.

Bahkan, kegemaran main musik keroncong atau menari serimpi dimainkan pula oleh generasi keturunan warga Indonesia yang migrasi ke Malaysia, Suriname, dan Belanda.

Budayawan Eko Budihardjo mengemukakan, bangsa Indonesia harus membangun rasa percaya diri yang kuat. Indonesia memiliki ragam budaya yang unik dan diminati oleh bangsa lain. Ragam budaya itu semestinya terus dikembangkan melalui pendidikan dan pelatihan.

Sudharto P Hadi menyatakan, ada sarana yang bisa dipakai untuk mengikis rasa saling klaim di antara sesama bangsa di negara Asia Tenggara ini, yakni melalui pengembangan pendidikan. Pertukaran antarmahasiswa yang belajar sudah berlangsung, termasuk banyaknya mahasiswa Vietnam dan Thailand yang belajar di Universitas Diponegoro, Semarang.

Tweet
TAGS » ASEAN
POSTED IN » Sosial Budaya
About the author: Cinta Nusantara View all posts by Cinta Nusantara


Twitter - Facebook

Leave A Response »

Click here to cancel reply.

Find us on Facebook

KANTOR REDAKSI

KANTOR REDAKSI

 JL.SRIWIJAYA 21,SURABAYA
 PHONE : 085232580066
 
EMAIL : cinta_nusantara@ymail.com

Visitor

counter free hit invisible

INDEX BERITA

  • Ekonomi (2)
  • Hankam (4)
  • Hukum (4)
  • Idiologi (6)
  • Politik (10)
  • Sosial Budaya (2)
  • Teknologi (1)
  • uncatagory (1)

Copyright © 2011 - CintaNusantara.com. All rights reserved.

Powered by Gemas CitraBack to Top