SURABAYA- Kasus penipuan perekrutan calon pegawai negeri sipil (CPNS) dengan tersangka Elisabeth Susanti rupanya menggelinding seperti bola panas.
Setelah pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat dibuat kelabakkan atas pernyataannya, kali ini perempuan yang akrab disapa Santi mencatut 11 nama anggota DPRD Jatim dari Fraksi Partai Demokrat.
Dalam testimoninya, Santi mengungkapkan kasus CPNS ini berawal dari pertemuan tertutup di Hotel Sheraton pada Mei 2009 lalu. Hadir dalam pertemuan itu Sekdaprov Rasio, Ketua Bidang OKK Partai Demokrat Hartoyo yang juga mantan suami Santi.
Dalam pertemuan itu, Sekdaprov memerintahkan Santi dan Hartoyo untuk mencari orang-orang yang akan masuk menjadi CPNS di Pemprov Jatim.
Pertemuan berlanjut pada September 2009 di tempat yang sama. Saat itu hadir 11 anggota DPRD Jawa Timur dari Fraksi Partai Demokrat. Mereka adalah Agus Dono, Heri Prasetyo, Suhartin, Ferizal Natalia, Dini Riyanti, Lilik (selaku ketua fraksi demokrat DPRD Jatim), Giri Sancoko, Sunardi (Ketua DPRD Jatim), Anti, Sutoyo, dan Marisi.
“Di situlah disepakati jumlah kuota yang bisa lolos sebagai CPNS Provinsi Jatim. Waktu terus berlanjut dan semakin banyak yang ikut dan semua dana dari peserta yang masuk saya serahkan full pada Hartoyo mantan suami saya,” tulis Santi dalam testimoni yang beredar di kalangan wartawan, Jumat (23/12/2011).
“Menurut mantan suami saya, selain diserahkan ke Bapak Rasio, dana tersebut juga dibagi ke 10 anggota DPRD Jatim, hanya seorang yang tidak menerima yakni (Alm) Bapak Sutoyo karena dia 10 hari setelah itu meninggal dunia di Jakarta,” tulisnya.
Sementara itu Juniato Wahyudi, Wakil Sekretaris DPD Partai Demokrat Jatim mengaku pihaknya sedang membahas dugaan keterlibatan sejumlah anggota dewan tersebut. Pembahasan itu dilakukan dalam Musyawarah Cabang (Muscab) DPC Partai Demokrat di Kediri.
“Kebetulan saat acara itu ngumpul semua di sana. Nah, waktu itu digunakan untuk membahas persoalan ini. Untuk hasilnya, nanti silakan tanyakan langsung ke Sekretaris DPD PD Jatim, Bonie,” kata pria yang akrab disapa Mustenk ketika dihubungi gemascitra,com
Terkait permasalan ini, dia belum ada petunjuk resmi dari sikap partai. “Belum ada kita masih rapat,” tukasnya.
Sementara ditempat terpisah menurut Kamaluddin Effi, “Elisabeth Susanti itu hanya memanfaatkan nama-nama orang besar untuk memuluskan aksinya menipu korban dengan menunjukkan foto bersama

